Dua Puisi bertema kehidupan
Hai semua kembali lagi di karyakaryaku siapa nih diantara pembaca yang suka puisi?. Saya membuat beberapa puisi yang pernah saya lombakan untuk di jadikan buku. Silahkan simak!. Oh ya jika ada yang mau berbagi puisi juga boleh loh kirim puisi kalian bertema apa aja ke alamat email saya: adindaamalia50@gmail.com
Nanti karya-karya yang terbaik akan saya publikasikan di blog ini.
MENARA
Tinggi menjulang di atas awan
Langsing semampai tiada lawan
Gagah perkasa elok di pandang
Kokoh berdiri menjadi pegangan
Oh menara ….
Seluruh negri terlihat menawan
Laut cemerlang lambaikan tangan
Gunung menjulang berteriak lantang
Aku ingin jadi menara
Malam menerpa tidaklah goyah
Siang menerpa tidaklah roboh
Kaki menyerbu tidaklah runtuh
Aku ingin jadi menara
Menjulang tinggi tiada tara
Aku ingin jadi menara
Menjadi cahaya untuk penduduk kota
SAKSI HIDUP
Tetesan hujan mengintip lewat jendela
Menyisakan embun di sela-sela kaca
Hembusan angin menerpa tubuh nan kering
Jalur angin membuat gejolak menggigil
Dentuman jam membuat gumpalan air membeku
Otak berpikir membuat tubuh kaku
Rangkaian peristiwa tak membuat gigi ngilu
Serpaan siksaan tak membuat mulut mengaku
Suara senjata…
Tak membuat raga melupakan jiwa
Suara senapan…
Tak membuat sandaran gelagapan
Rembulan lewat penuh perjuangan
Pejuang dikejar seperti gelandangan
Gairah hidup tak akan pernah sejalan
Rakyat sekarang mudah melakukan perpisahan
Hidup takkan pernah sejalan
Adakalanya terbit
Adakalanya terbenam
Dan adakalanya mengambang
Nisan hanyalah sebuah hiasan
Sinopsis penulis:
Puisi yang berjudul menara dan Saksi hidup ini adalah beberapa contoh puisi yang dibuat oleh Adinda Amalia, ada puluhan puisi yang pernah saya buat tapi hanya sekedar untuk pengisi buku catatan lama yang entah dimana saya simpaan. Saya mempunyai nama pena DAMALI singkatan dari adinDa aMALIa, saya juga membuat beberapa novel yang sering dibaca oleh sahabat-sahabat saya, DAMALI membuat puisi saat berseragam merah putih, dan saat masuk seragam putih biru DAMALI mulai membuat beberapa novel untuk sahabat- sahabatnya. Dan saat seragam putih abu tepatnya masuk kelas 12 DAMALI mulai berani mengirim beberapa karyanya untuk dinilai kelayakannya.
No comments:
Post a Comment